Puncak Hari Anak Nasional di Sambas, Bupati Satono Ajak Semua Pihak Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak
Sambas, PPID – Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di area Car Free Day, Jl. Pembangunan Desa Dalam Kaum, Sambas. Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa, S.Pd., M.A.P. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sambas, Siti Mujiati, SKM., M.Si., mengatakan Sambas saat ini berstatus Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama dengan nilai 595. Untuk penilaian berikutnya, pemerintah daerah telah mengumpulkan 799 poin dan berharap status tersebut meningkat menjadi Madya saat verifikasi.
Di bidang pembangunan keluarga, Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Sambas mencapai 71,1 berdasarkan pendataan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Angka tersebut berada di atas rata-rata Kalimantan Barat sekaligus menempatkan Sambas di peringkat pertama dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Bupati Sambas H. Satono menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama keluarga.
Menurutnya, anak membutuhkan ruang yang aman untuk berdiskusi, bermain, serta mendapatkan perhatian dari orang tua.
“Selaku orang tua, berikan atensi dan perhatian. Ternyata memang tugas kita hari ini tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri,” kata Satono.
Ia menekankan, kualitas generasi saat ini akan sangat menentukan masa depan Kabupaten Sambas maupun Indonesia. Karena itu, persiapan menuju Indonesia Emas harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Maju mundurnya sebuah daerah itu sangat tergantung kepada generasi anak bangsa kita hari ini. Karena itu, untuk menyongsong Indonesia Emas, kita harus menyiapkan diri, daerah, dan pondasi keluarga masing-masing agar lahir generasi yang betul-betul siap dan mampu menyongsong Indonesia Emas,” ujarnya.
Satono juga meminta agar peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, berbagai harapan dan aspirasi yang disampaikan anak-anak harus ditindaklanjuti melalui program nyata dan berkelanjutan.
Ia menyebut, terdapat lebih dari 20 harapan yang disampaikan anak-anak Kabupaten Sambas dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah program Maghrib Besaprah, yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi orang tua untuk meluangkan waktu bersama anak di tengah kesibukan sehari-hari.
“Harapan kita, di tengah kesibukan orang tua, mungkin barang kali kita bisa menyiapkan waktu minimal satu jam bersama anak,” ungkapnya. (PPID Kab. Sambas/PIKP)
