Profil Daerah

LAMBANG PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

logo Pemda Sambas Arti Lambang Pemerintah Kabupaten Sambas 

  • Bintang Bersudut Lima Warna Emasadalah Dasar Falsafah Negara Pancasila, dimaksud bahwa Kabupaten Sambas merupakan bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  • Kelopak Bunga Kapas berjumlah 17 buah, berarti tanggal 17
  • Bunga Kapas berjumlah 8 buah, berarti bulan 8 (bulan Agustus)
  • Buah Padi berjumlah 45 buah, berarti tahun 1945.
  • Tangkai Padi dan Tangkai Kapas diikat menjadi satu oleh pita bersudut empat, mengandung arti CATUR KARSA, yakni :
  1. Kesungguhan 
  2. Kejujuran 
  3. Kegotong Royongan 
  4. Kekeluargaan

Dengan Catur Karsa ini dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata persatuan dan kesatuan rakyat Kabupaten Sambas.

  • Mandau dan Tombak, menggambarkan Pusaka dan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Sambas.
  • Padi dan Kapas melambangkan cukup pangan dan cukup sandang.

Tulisan “Sambas” menunjukkan Kabupaten Sambas adalah salah satu wilayah kabupaten dalam Propinsi Kalimantan Barat, yang merupakan satu Daerah Otonom. 

Kondisi Umum

  • GEOGRAFIS
  • KEPENDUDUKAN
  • EKONOMI
  • IKLIM & TEXTURE TANAH
  • GEOMORFOLOGI

EKONOMI

Secara sektoral semua sektor ekonomi  mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi secara berturut-turut di alami oleh sektor pertambangan dan galian 16,07 persen, sektor bangunan 11,40 persen  dan sektor listrik, gas dan air bersih 7,50 persen.  Meskipun ketiga sektor tersebut tumbuh cukup tinggi, namun karena kontribusinya yang relatif kecil maka belum cukup mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas.

Sektor-sektor yang mengalami peranan yang cukup besar terhadap perekonomian Kabupaten Sambas yaitu sektor pertanian; sektor perdagangan , hotel dan restoran; dan sektor industri pengolahan, pertumbuhannya masing-masing  sebesar  4,49 persen, 7,02 persen dan 6,67 persen. Meskipun demikian, ketiga sektor tersebut  masih menjadi  penggerak utama perekonomian daerah.

Periode 2007 – 2011,  pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas yang ditunjukkan oleh PDRB ADHK 2000, masih berada dibawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat.  Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas selama lima tahun terakhir  sekitar  5,59 persen pertahun.

Pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 5,38 persen sedangkan tertinggi pada tahun 2010 sebesar 5,88 persen.

Untuk lebih meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus mewujudkan pemerataan pendapatan, perlu adanya peningkatan mutu sumber daya manusianya yang diikuti pengendalian jumlah penduduk serta peningkatan infrastruktur. Keterpaduan antara program pemerintah denganperan swasta dan masyarakat perlu diperhatikan guna menyelaraskan langkah dalam menggali sektor-sektor potensial yang sekaligus memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

IKLIM

Pada tahun 2011 berdasarkan data dari stasium meteorologi Paloh, suhu udara rata-rata 26,74°C  (antara 23,53°C sampai 31,74°C). Suhu udara maksimum terjadi pada bulan Mei  dan Juli yaitu sebesar 33°C  sedangkan suhu minimum sebesar 22,90°C  terjadi pada bulan Februari.

Jumlah curah hujan tertinggi pada tahun 2011 di Kabupaten Sambas mencapai 3.973,50 milimeter atau rata-rata 331,13 milimeter per bulan yang terjadi di Kecamatan Sambas, sedangkan curah hujan terendah terjadi di Kecamatan Semparuk dengan rata-rata 137,09 milimeter per bulan.

TEKSTUR TANAH

Sebagian besar wilayah kabupaten Sambas merupakan wilayah relatif  datar (kelerengan 0 % - 15 %) dengan luas468.196  hektar atau 67,59 %, dan luas wilayah dengan kelerengan 15 % - 40 % adalah 160.396 hektar atau 25,08 %, sedangkan kelas lereng > 40 % seluas 46.832 hektar atau 7,3 %. Ketinggian wilayah berbeda berdasarkan kecamatan. Ketinggian 0-7 m dpl terdapat:  Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Jawai, Paloh dan Teluk Keramat. Ketinggian 8-25 m dpl terdapat:Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau,Pemangkat dan Teluk Keramat.- Ketinggian 26-100m dpl  Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Pemangkat, Teluk Keramat dan Paloh.

Dilihat dari tekstur tanahnya, maka sebagian besar daerah Kabupaten Sambas terdiri dari tanah aluvial yang meliputi areal sebesar 230,63 ribu ha atau sekitar 36,06 % dari luas daerah yang 0,64 juta ha. Selanjutnya tanah podsolid merah kuning sekitar 157,32 ribu ha atau 24,60 % yang terhampar hampir di seluruh kecamatan.

GEOMORFOLOGI

1). Ketinggian

  • Ketinggian 0-7 m terdapat di Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Jawai, Paloh dan Teluk Keramat.
  • Ketinggian 8-25 terdapat di Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Pemangkat dan Teluk Keramat.
  • Ketinggian 26-100 m dpl terdapat di Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Pemangkat, Teluk Keramat dan Paloh.

2). Daerah Aliran Sungai

Secara umum Kabupaten Sambas memiliki 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total hamparan 516.200 ha, meliputi :

  • DAS Paloh : 64.375 ha.
  • DAS Sambas : 245.700 ha (sungai sambas, sungai kumba sajingan).
  • Sebangkau : 193.125 ha (sungai sebangkau dan selakau)
Scroll to Top