Peringati Hari Jadi Kota Sambas ke-395, Pemkab Sambas Perkuat Pelestarian Budaya dan Semangat Kebersamaan
Sambas, PPID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sambas ke-395, Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar ziarah makam Raden Sulaiman yang dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama di di Kompleks Istana Alwatzikheobillah , Desa Dalam Kaum, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri Kesultanan Sambas sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan persatuan masyarakat.
Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas, hadir bersama unsur Forkopimda serta sejumlah kepala perangkat daerah mendampingi Pewaris Tahta Kesultanan Sambas, Dr. Pangeran Ratu Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. dalam prosesi ziarah. Peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 tahun ini mengusung tema “Kota Sambas Besarri, Berkah Berkemajuan.”
Dalam sambutannya, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan mengajak seluruh masyarakat untuk semakin masif memperkenalkan serta menggunakan pakaian adat Melayu Sambas, khususnya Teluk Belanga, sebagai identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian busana adat tidak hanya memperkuat jati diri masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi para penjahit dan pelaku usaha yang bergerak di bidang busana tradisional.
Ia juga mendorong agar pengenalan adat dan budaya Melayu Sambas dilakukan sejak usia dini melalui satuan pendidikan, termasuk jenjang PAUD. Menurutnya, penanaman nilai budaya kepada generasi muda menjadi investasi penting dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur.
“Pentingnya sejarah Kabupaten Sambas bukan hanya untuk kita, tetapi menjadi warisan bersama seluruh masyarakat dari berbagai suku yang hidup berdampingan di daerah ini. Kebersamaan itulah yang telah membawa Sambas hingga menjadi daerah yang kita nikmati bersama saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Sambas bukan diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari nilai kebersamaan, rasa syukur, serta doa yang dipanjatkan demi keberkahan bagi daerah dan seluruh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga sebagai bagian dari karakter masyarakat Sambas yang menjunjung tinggi martabat, persaudaraan, dan kearifan lokal.
“Kita sebagai masyarakat Sambas memiliki dedikasi, martabat, dan tanggung jawab untuk terus mengingat serta melestarikan budaya yang telah diwariska. Apa yang disampaikan Pangeran menjadi pengingat bagi kita semua bahwa budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan silaturahmi dalam mendukung pembangunan daerah sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sambas.
“Mari kita terus bersinergi, mempererat silaturahmi, dan bergotong royong membangun Kabupaten Sambas. Dengan kebersamaan, kita dapat mempercepat pembangunan demi terwujudnya Sambas yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (PPID Kab. Sambas/PIKP)
