Panen Padi Thailand Jumbo di Gelik Capai 1,3 Ton, Kolaborasi Petani dan Teknologi Dongkrak Produktivitas
Sambas, PPID – Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas menghadiri sekaligus melaksanakan panen padi varietas Thailand Jumbo di Desa Gelik, Kecamatan Selakau Timur, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi pemerintah dan petani dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen dilakukan pada lahan milik Brigade Pangan GESER (Gelik–Seranggam) dengan menggunakan mesin panen modern. Varietas Thailand Jumbo yang dipanen dikenal memiliki masa tanam relatif singkat, yakni sekitar tiga bulan, sehingga dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi lahan. Penerapan Metode Arkansas melalui sistem tanam rapat serta optimalisasi pemupukan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen petani.
Kepala Desa Gelik, Bantan Kusnata, menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat di wilayahnya. Ia menjelaskan sekitar 95 persen wilayah Desa Gelik merupakan lahan pertanian yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Ia juga mengimbau agar lahan pertanian produktif tetap dipertahankan dan tidak dialihfungsikan menjadi perkebunan komoditas lain, termasuk kelapa sawit.
“Desa Gelik merupakan daerah yang memiliki potensi besar di bidang pangan karena sekitar 95 persen wilayahnya merupakan lahan pertanian. Saya berharap sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan untuk mendongkrak sektor pertanian di Desa Gelik, sehingga ke depan Gelik mampu menjadi daerah swasembada pangan di Kecamatan Selakau Timur,” ujarnya. (PPID Kab. Sambas/PIKP)
Pada kesempatan tersebut, Heroaldi memberikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, serta pemerintah desa yang terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mengelola sektor pertanian.
“Saya mengucapkan selamat kepada para petani, kelompok tani, dan kepala desa yang selalu bersinergi serta bergotong royong. Keberhasilan pengelolaan lahan pertanian ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam memajukan sektor pertanian. Hasil panen mencapai 1,3 ton gabah dari satu borong lahan merupakan capaian yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, Heroaldi mengingatkan bahwa sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim yang sulit diprediksi hingga kebutuhan peningkatan akses irigasi bagi para petani.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sambas akan terus berupaya mendorong peningkatan produksi pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk memastikan alat-alat pertanian yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal melalui perawatan yang berkelanjutan.
“Setiap tahun kita terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Tidak hanya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga memastikan perawatan dan pemanfaatannya agar manfaat yang dirasakan petani dapat maksimal,” katanya.
Keberhasilan panen padi Thailand Jumbo di Desa Gelik ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani di berbagai wilayah Kabupaten Sambas untuk terus mengembangkan inovasi pertanian, memanfaatkan teknologi, serta mengoptimalkan pengelolaan lahan guna meningkatkan produksi pangan dan mewujudkan kemandirian pangan daerah.
