Tingginya Kasus Asusila, Fahrur Rofi Pimpin Operasi PEKAT di Kecamatan Sambas
Sambas, PPID – Demi mencegah tindak kejahatan yang dapat merusak moral pemuda, pemerintah Daerah kabupaten Sambas yang dipimpin oleh wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi bersama TNI, Polri, Sat Pol PP dan BNN Singkawang serta Ormas menggelar Operasi Penyakit Masyarakat atau yang disingkat Pekat di wilayah Kecamatan Sambas. Adapun target sasaran dalam pelaksanaan pekat di kecamatan sambas ini meliputi 5 desa diantaranya Desa Pendawan, Sebayan, Lumbang dan Durian. Selain Wakil Bupati Sambas, hadir juga mengikuti kegiatan pekat yang digelar pada rabu malam 28 September 2022 adalah Letkol Infantri Dadang Armada Sari. Operasi pekat ini adalah dalam rangka menertibkan aktivitas malam yang melibatkan pemuda dan upaya mencegah tindak kejahatan yang tidak dipandang dari segi hukum melainkan dari segi kemanusian dengan memberikan himbauan serta teguran dan efek jera sehingga tidak melakukan hal serupa dilain hari. Sebelum melakukan operasi pekat di 5 desa yang menjadi target, kegiatan dimulai dengan apel terlebih dahulu dimana menjadi inspektur apel wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi.
Fahrur rofi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pekat yang dilakukan pada kali ini merupakan suatu langkah yang luar biasa serta merupakan keinginan yang telah lama ingin dilakukan. Lebih lanjut rofi menegaskan dilakukannya kegiatan pekat ini merupakan suatu kekhawatiran pemerintah daerah kabupaten sambas dimana tingkat asusila serta kekerasan terhadap anak yang sangat tinggi di Kalimantan Barat yang patut menjadi perhatian semua pihak. Dirinya mengatakan bahwa operasi yang digelar ini adalah dalam rangka membela hak-hak kemanusiaan terutama generasi muda di kabupaten Sambas. Selanjutnya ngah Rofi sapaan akrab wakil Bupati Sambas mengapresiasi kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam pekat kali ini dan berharap kegiatan ini akan rutin diadakan minimal 3 bulan sekali diseluruh wilayah Kabupaten Sambas.
Dalam operasi tersebut terjaring beberapa pemuda pemudi dan para pelajar yang masih dibawah umur dan kemudian digiring ke aula kantor Bupati Sambas untuk di data serta diberikan arahan. Selain didata petugas, remaja yang terjaring operasi pekat tersebut mendapat arahan langsung oleh Wakil Bupati Sambas serta memberikan himbauan kepada mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. (PPID Kab. Sambas/PIKP)
