Kembalikan Kejayaan Jeruk Siam Sambas

Dalam rangka mendukung pengembangan system agribisnis jeruk berbasis kawasan dan berorientasi ekspor dengan tujuan mengintroduksikan teknologi produksi jeruk berbasis Good Agricultur Practises (GAP) dan meningkatkan kompetensi SDM petani penangkar benih dan produsen buah jeruk di Kabupaten Sambas, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika – Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura bekerjasama dengan BBP2TP, BBSDLP, BB Pascapanen, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Sambas menyelenggarakan acara sosialisasi dan bimbingan teknis dengan tema “Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Pontianak”.

Bupati Sambas Satono ikut menghadiri sekaligus  membuka acara pembukaan  yang dipusatkan di Pendopo Bupati Sambas, kamis, 5 Agustus 2021

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat Rustam Massinai mengatakan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan jeruk dikalimantan barat . Rustam menambahkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian telah menyiapkan kurang lebih 25 ribu bibit yang akan diberikan kepada petani jeruk secara gratis pada tahun 2021 ini. Dengan adanya bibit unggul yang diberikan semoga bisa menghasilkan buah yang berkualitas dan bisa dijual dengan harga tinggi.

Kepala Balitjestro Harwanto dalam sambutannya mengatakan kabupaten sambas pernah meraih masa kejayaan tanaman jeruk pada tahun 1995 dengan  11 ribu hektar tanaman jeruk di Kabupaten Sambas, sedangkan sekarang  mengalami penurunan yang sangat signifikan, hanya 5 ribu hektar  jumlah tanaman jeruk yang ada di Kabupaten Sambas pada tahun 2021. Herwanto menambahkan faktor yang menyebkan terjadinya penurunan tanaman jeruk di Kabupaten Sambas adalah serangan hama dan kurang optimalnya pengelolaan tanaman jeruk di Kabupaten Sambas. herwanto berharap bimbingan teknis ini bisa wawasan pengetahuan para petani  dalam pengelolaan tanaman jeruk di kabupaten sambas.

Bupati Sambas Satono dalam sambutannya mengatakan ada empat faktor yang menjadi kendala petani jeruk di Kabupaten Sambas, Mapping potensi, bibit unggul, pupuk dan sektor hilir. Petani Jeruk di kabupaten sambas harus bisa mapping potensi tanah yang cocok untuk ditanami jeruk serta memilih bibit yang unggul agar tanaman dapat bertahan lama dan menghasilkan buah yang berkualitas. Diakhir sambutanya Bupati Sambas meminta kepada pihak terkait untuk mengganti nama jeruk sambas yang selama ini dikenal dengan nama jeruk Pontianak.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 5 samapi 7 Agustus 2021 dengan agenda Sosialisasi Kegiatan RPIK Jeruk di kabupaten Sambas  tahun 2021 dan Bimbingan Teknis Penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat untuk mengembalikan kejaraaan jeruk siam Pontianak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top