|

Kontribusi Keluarga Harapan Dalam Mengatasi Stunting

Sambas, PPID – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang memiliki minimal satu kategori dari komponen kesehatan, pendidikan dan/atau kesejahteraan sosial yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH oleh Kementerian Sosial RI. PKH merupakan program bantuan sosial utama dan mendukung banyak bidang prioritas pemerintah. Salah satunya, PKH berkontribusi dalam menurunkan angka gizi buruk dan stunting.

Jumlah peserta PKH di Kabupaten Sambas hingga bulan November 2020 sebanyak 20.352 KPM. Sedangkan SDM PKH sebanyak 89 orang yang terdiri atas 1 orang Koordinator Kabupaten, 4 orang Administrator Pangkalan Data (APD) dan 84 orang Pendamping. Untuk mempermudah pendampingan maka dibentuklah Kelompok KPM PKH sesuai dengan domisili KPM PKH yang beranggotakan 10-30 KPM per kelompok. Hingga saat ini jumlah kelompok KPM PKH se-Kabupaten Sambas sebanyak 789 kelompok dampingan.

Mengingat keluarga penerima manfaat dari PKH tidak hanya memiliki hak mendapat bantuan tunai tetapi juga memiliki hak dalam mendapatkan pendampingan peningkatan kemampuan keluarga yang sekaligus juga merupakan kewajiban bagi mereka. Untuk itu pendamping sosial PKH bertugas untuk memantau penerima manfaat ini dalam melaksanakan kewajibannya dan melaksanakan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session di wilyah pendampingan masing-masing setiap bulannya secara berkala dengan modul yang telah dirancang khusus oleh Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait.

Sesuai dengan kebijakan Kementerian Sosial RI dalam hal kontribusi PKH dalam pencegahan stunting, maka pada tahun 2020 ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sambas melakukan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dalam hal ini Puskesmas yang ada pada empat kecamatan di Kabupaten Sambas. Yakni Kecamatan Sambas, Sajad, Subah dan Sejangkung. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangka intervensi pencegahan stunting bagi KPM PKH melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) atau Family Developmen Session (FDS) Modul Kesehatan dan Gizi.

Dalam kegiatan P2K2/FDS tersebut disampaikan Modul Kesehatan dan Gizi  kepada KPM PKH. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi guna meningkatkan praktik positif untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku kesehatan ibu-ibu penerima manfaat PKH dalam hal kesehatan dan gizi. Setelah pelaksanaan kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, terutama mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), kesehatan dan gizi ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan balita, serta pola asuh pada KPM PKH.

Kepala Dinas Sosial PMD Kab. Sambas melalui Evan Supardi, S.Sos., Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga berharap agar kerja kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan sebagai salah satu upaya sinergi dan konvergensi dalam penanganan stunting di Kabupaten Sambas khususnya bagi KPM PKH. “Semoga ke depan kolaborasi antara Dinas Sosial PMD, SDM PKH dan Dinas Kesehatan ini dapat dilakukan secara kontinyu dan ditingkatkan lagi sehingga bisa mencakup seluruh kecamatan sebagai upaya bersama dalam pencegahan stunting khususnya bagi KPM PKH” tuturnya.

Selain P2K2, bantuan sosial PKH yang diberikan kepada KPM PKH dengan kategori ibu hamil dan balita juga merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting. Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga terutama ibu hamil dan balita pada KPM PKH. Kemudian diikuti dengan mewajibkan KPM PKH tersebut untuk secara rutin memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Sementara itu, Wahyudi, Koordinator PKH Kab. Sambas berharap agar kegiatan kolaborasi P2K2 PKH ini bisa dijadikan salah satu kegiatan prioritas oleh Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kab. Sambas, terutama bagi KPM PKH. “Kami berharap kegiatan kolaborasi ini bisa menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sambas yang bisa menjangkau seluruh kelompok PKH” tuturnya.

Deskripsi Foto: Kegiatan P2K2/FDS Modul Kesehatan dan Gizi yang dihadiri oleh Kasi JSK Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, SDM PKH, Staf Bappeda, Staf Kantor Camat Sambas, Kepala Puskesmas Terigas Sambas dan KPM PKH di Desa Semangau Kecamatan Sambas. (PPID Kab. Sambas/PIKP)

Berita Lainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


NHGXA4