Bupati Satono Buka Muscab Kwarcab Sambas
Sambas, PPID – Aula Utama Kantor Bupati Sambas menjadi pusat konsolidasi Gerakan Pramuka Kabupaten Sambas pada Minggu (28/12/2025). Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Sambas digelar sebagai forum pengambilan keputusan strategis organisasi, mulai dari evaluasi program hingga regenerasi kepemimpinan.
Forum tertinggi Pramuka di tingkat kabupaten ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Sambas, jajaran OPD, hingga perwakilan 19 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Sambas. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan kepramukaan di daerah.
Muscab secara resmi dibuka oleh Bupati Sambas, H. Satono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muscab memiliki makna strategis bagi keberlangsungan Gerakan Pramuka, bukan sekadar rutinitas organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menyiapkan kepemimpinan Pramuka yang berintegritas dan visioner.
“Gerakan pramuka menjadi ruang pembinaan karakter menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan Pramuka dalam membangun SDM unggul,” motivasinya.
Bupati Satono juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kwarcab Sambas yang selama ini aktif mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang kepemudaan, sosial kemasyarakatan, dan kebencanaan. Ia berharap Muscab mampu melahirkan keputusan dan kepengurusan yang solid.
“Melalui Muscab ini, diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis dan kepengurusan yang solid. Demi kemajuan gerakan pramuka Kabupaten Sambas,” harap bupati.
Dukungan serupa disampaikan Waka Binawasa Kwarda Kalbar, AKBP (Purn) Syarifah Salbiah. Ia menilai pelaksanaan Muscab Kwarcab Sambas berjalan tertib dan partisipatif, sekaligus menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan anggota dewasa Pramuka agar mampu menjadi teladan bagi generasi muda.
“Muscab diharapkan memperkuat sinergi antara Kwarcab, Kwarran, dan Kwarda. Sekaligus mendorong lahirnya program-program kepramukaan yang inovatif, inklusif, yang berdampak nyata bagi masyarakat,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Muscab harus menjadi momentum penguatan organisasi dan komitmen bersama dalam pengembangan Gerakan Pramuka.
“Gerakan pramuka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda yang berdaya saing, berakhlak, dan berjiwa kebangsaan, sehingga Muscab harus menjadi tonggak penguatan organisasi,” harapnya. (PPID Kab. Sambas/PIKP)
