Potensi Desa
Potensi Desa
A. Potensi Pertanian
Komoditas unggulan yang ada di desa sayang sedayu diantaranya karet, padi dan sayuran. Pernah mendapatkan penghargaan dari dinas pertanian dan aspirasi hewan karena para petani di sini aktif bertani. para petani rata-rata memiliki kebun sendiri. Desa ini juga memiliki kelompok tani yang aktif sehingga layak mendapatkan fasilitas dari pemerintah.
B. Potensi Perkebunan
Masyarakat Desa Sayang Sedayu pada awalnya dikenal dengan banyaknya perkebunan karet yang menjadi mata pencaharian utama penduduk setempat. Karet menjadi komoditas unggulan yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu, harga karet di pasaran terus mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap pendapatan masyarakat yang bergantung pada hasil karet. Untuk menghadapi tantangan ini, masyarakat mulai mencari alternatif yang lebih menjanjikan. Banyak lahan perkebunan karet yang kemudian dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal ini tidak terlepas dari daya tarik harga kelapa sawit yang jauh lebih stabil dan menggiurkan dibandingkan karet. Perubahan ini menunjukkan bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
C. Potensi Ekonomi
Pada tahun 2019, Desa Sayang Sedayu mendirikan sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi nama “BUMDes Desa Sayang Sedayu Berkah”. BUMDes ini menawarkan berbagai layanan kepada masyarakat, seperti jasa penggilingan daging untuk pembuatan bakso, kios penjualan bahan bakar minyak (bensin dan solar), serta penjualan pulsa dan token listrik. Kepengurusan BUMDes ini dipimpin oleh Julendi sebagai Direktur, Fajar Maulidi sebagai Sekretaris, dan Astuti sebagai Bendahara. Namun, BUMDes tersebut hanya beroperasi selama tiga tahun karena pengelolaan yang kurang optimal. Namun pada tahun 2025, Kepala Desa Sayang Sedayu berencana mengadakan musyawarah dusun (Musdus) untuk membentuk kepengurusan BUMDes yang baru guna menghidupkan kembali usaha tersebut.
D. UMKM
Desa Sayang Sedayu memiliki beberapa UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan makanan lokal, seperti keset atau pengelap kaki yang terbuat dari sisa kain bekas, serta tikar yang terbuat dari daun pandan (tikar pandan). Selain kerajinan tangan, desa ini juga dikenal dengan makanan khasnya, seperti kue lubang lima atau kue bram-bram, yang dibuat dari campuran tepung terigu, tepung beras, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Selain itu, ada juga kue putu yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah.